Yan menegaskan sistem pengairan DI Mena tetap mengandalkan gravitasi sehingga distribusi air ke lahan pertanian tidak memerlukan pompa.
Ia juga menjelaskan bahwa dimensi saluran tidak dibuat seragam, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan debit air dan luas areal yang dilayani pada masing-masing lokasi. Apabila dalam pelaksanaan ditemukan kebutuhan tambahan di lapangan, maka penyesuaian dapat dilakukan melalui justifikasi teknis.
Dengan progres pekerjaan yang masih terus berjalan, masyarakat berharap rehabilitasi DI Mena tidak hanya menghasilkan bangunan yang kokoh, tetapi juga mampu mendistribusikan air secara merata sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Timor Tengah Utara dapat meningkat secara berkelanjutan.(Pas)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














