file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Preservasi Jalan Nasional Ruas Aegela-Batas Kota Ende Hingga Maropokot Capai 95 Persen, Penanganan 31 Titik Longsoran Tuntas 100 Persen

Avatar photo
Pekerjaan preservasi jalan nasional pada ruas Aegela–Batas Kota Ende hingga Danga–Aegela–Marapokot.

“Untuk PMTD sudah rampung 100 persen. Penanganan yang dilakukan meliputi pembersihan dan penanganan sementara 31 titik longsoran, perbaikan beberapa deker yang rusak, perbaikan satu jembatan, serta pemasangan bronjong,” kata Ricard.

Perbaikan Deker pada ruas jalan nasional Aegela-Batas Kota Ende dan Danga -Aegela -Maropokot

Ricard menegaskan, penanganan mendesak tanggap darurat merupakan langkah awal untuk memulihkan fungsi infrastruktur jalan setelah bencana. Pelaksanaannya dilakukan oleh rekanan lokal, sedangkan penanganan permanen akan dikerjakan oleh rekanan badan usaha milik negara (BUMN).

Pemisahan tahapan pekerjaan ini memungkinkan penanganan darurat dilakukan terlebih dahulu agar gangguan akses transportasi dapat segera diatasi, sembari mempersiapkan pekerjaan permanen sesuai kebutuhan teknis di lapangan.

Penanganan permanen diperlukan untuk memastikan kerusakan infrastruktur yang terdampak bencana dapat ditangani secara lebih menyeluruh, sehingga kondisi jalan dan bangunan pelengkapnya dapat kembali berfungsi secara optimal.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores sebelumnya berdampak terhadap infrastruktur jalan nasional di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Kanwil Kemenag NTT garap 11 paket proyek pembangunan Gedung SBSN TA. 2025