“Seluruh personel dan peralatan siaga sudah kami persiapkan. Kami juga memperkuat koordinasi dengan BMKG, BPBD, pemerintah daerah, serta TNI–Polri untuk langkah tanggap darurat yang cepat dan tepat,” tuturnya.
Parlinggoman menambahkan, berdasarkan data cuaca terbaru, curah hujan tinggi diperkirakan terjadi di NTT pada November 2025 hingga Februari 2026, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan di seluruh daerah rawan banjir.

Apel Siaga Bencana ini diikuti pula oleh para pimpinan satuan kerja (Satker), pejabat pembuat komitmen (PPK), serta Tim Siaga Bencana Balai Kementerian PU se-NTT.
Melalui kegiatan ini, Kementerian PU meneguhkan komitmen untuk terus berada di garis depan dalam melindungi infrastruktur dan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana alam.
“Kesiapsiagaan bukan hanya soal kesiapan alat dan personel, tetapi juga kesiapan hati dan semangat untuk melayani masyarakat di saat krisis,” tutup Parlinggoman.( Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












