Untuk mempercepat progres pekerjaan, Satker P2JN menerapkan beberapa strategi, antara lain: Laporan progres kini dibuat harian, bukan lagi mingguan.
Selain itu, Rapat koordinasi dilakukan langsung di lokasi proyek, memanfaatkan teknologi komunikasi seperti Zoom Meeting atau online call, agar seluruh tim tetap aktif di lapangan.
Begitu juga Penambahan peralatan, material, dan tenaga kerja guna mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Andria juga menegaskan pentingnya pengawasan mutu pekerjaan di lapangan. Material yang digunakan wajib sesuai dengan hasil uji laboratorium.
“Material yang sudah disampling di laboratorium itulah yang digunakan untuk pekerjaan. Tidak boleh ada perbedaan antara sampel dan material terpasang. Semua harus sesuai standar spesifikasi,” tegasnya.
Berdasarkan hasil rapat evaluasi sementara, ditargetkan progres pekerjaan IJD tahap I pada November 2025 mencapai 50–60 persen, dengan penyelesaian agregat pada akhir November. Selanjutnya, tahap penyelesaian agregat dan pengaspalan direncanakan tuntas pada Desember 2025.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












