“Ke depan, jika ingin terhubung sampai ke Jalan Nurobo sebagai jalur utama, diperlukan perencanaan dan desain yang matang serta kerja sama dengan Pemda Malaka, terutama dengan pihak kehutanan atau BBKSDA karena akses jalan melewati kawasan hutan,” jelas Ryanto.
Ia berharap, pada program IJD berikutnya, ruas jalan tersebut dapat diselesaikan secara menyeluruh.
Dengan dilaksanakannya Provisional Hand Over (PHO), pekerjaan konstruksi fisik dinyatakan selesai. Namun, kontraktor masih memiliki kewajiban selama masa pemeliharaan 365 hari sebelum dilakukan Final Hand Over (FHO).
Sementara itu, Direktur PT Bahagia Timor Mandiri, Ricard Mintura, menyampaikan apresiasi kepada BPJN NTT atas kepercayaan yang diberikan dalam pelaksanaan paket pekerjaan IJD Simpang Balibo–Umasukaer.
“Kami berterima kasih kepada BPJN NTT karena telah mempercayakan paket ini kepada kami dan juga Satker,PPK dan Konsultan untuk sinerginya. Kami bersyukur pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai ketentuan,” ujarnya.
Ricard menegaskan bahwa peningkatan jalan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, mengingat di sepanjang ruas tersebut terdapat berbagai titik strategis, seperti sekolah, gereja, kantor desa, serta sentra-sentra pertanian warga.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












