Namun, pemanfaatannya saat ini belum optimal karena baru tersedia sekitar 200 sambungan rumah (SR) stimulan yang dibangun pada tahap awal di tiga desa sekitar instalasi.
“Yang kami bangun pada tahap pertama adalah infrastruktur utama. Tahap selanjutnya memang pengembangan jaringan pelayanan dan sambungan rumah agar kapasitas SPAM bisa dimanfaatkan secara maksimal,” jelas Didik saat diwawancarai, Senin (13/7/2026).
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti SPAM Raknamo tidak berfungsi. Justru sebaliknya, infrastruktur telah siap dioperasikan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Didik mengakui, pengembangan jaringan pelayanan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran.
Efisiensi belanja pemerintah dalam beberapa tahun terakhir membuat kemampuan pendanaan pemerintah daerah maupun PDAM Kabupaten Kupang untuk memperluas jaringan distribusi menjadi terbatas.
Meski demikian, BPBPK NTT tetap optimistis pengembangan SPAM Raknamo dapat dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Kupang, PDAM Kabupaten Kupang, serta dukungan berbagai sumber pembiayaan lainnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












