tv-beritakota.com (Kupang, NTT) – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi tantangan berat dalam menangani masalah longsoran yang terus meningkat di wilayah provinsi.
Data terakhir menunjukkan bahwa terdapat setidaknya 170-an titik longsoran yang tersebar di ruas jalan nasional di berbagai kabupaten dan wilayah perbatasan.
Titik-titik longsoran ini tersebar luas, mulai dari Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Ende, sebagian wilayah Maumere, hingga di Pulau Timor, tepatnya di Kabupaten TTS.
Selain itu, wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste, khususnya di Sabuk Merah sektor timur dan barat, juga turut menjadi area yang terdampak oleh bencana longsor.
Kepala BPJN NTT, Agustinus Junianto, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa tingginya jumlah titik longsoran menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pembangunan dan pemeliharaan jalan di NTT, khususnya di wilayah perbatasan sektor timur.
Kondisi tanah Lempung Bobonaro yang problematis menjadi salah satu faktor utama penyebab kerawanan longsor di wilayah tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












