tv-beritakota.com (Labuan Bajo -27 Desember 2024) – Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG), Nunu Anugrah menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung pendanaan konservasi melalui mekanisme yang sesuai peraturan perundangan, serta peran Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dalam penghimpunan dana untuk konservasi.
“Anggaran konservasi yang dibutuhkan sangat besar, sehingga pendanaan dari APBN/APBD dan hibah/kerjasama masih belum mencukupi. Oleh karena itu, pendanaan konservasi perlu peran serta masyarakat dan elemen lainnya sesuai yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024′ ungkap Nunu dalam Rapat Koordinasi Rencana Kerjasama Pendanaan Konservasi Komodo Flores di Hotel Zasgo, Labuan Bajo, pada Jumat, 27 Desember 2024.
Direktur KKHSG menekankan pentingnya resource mobilisation untuk konservasi keanekaragaman hayati, sesuai dengan target Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF) dan Indonesia’s Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












