Polres Flores Timur bersama TNI, pemerintah daerah, dan BPBD melakukan pendataan kerusakan, membantu proses evakuasi warga, serta mengamankan wilayah terdampak guna mencegah potensi gangguan kamtibmas di tengah situasi darurat.
Tak hanya fokus pada penanganan fisik, kepolisian juga memberi perhatian pada dampak psikologis warga. Tim Trauma Healing Polwan diterjunkan ke lokasi pengungsian untuk membantu anak-anak yang mengalami ketakutan dan trauma pascagempa.
“Anak-anak menjadi kelompok paling rentan. Kehadiran Polwan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan menenangkan mereka,” ujar Kapolres.
Dalam penanganan lanjutan, Kapolres bersama Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen turun langsung meninjau lokasi terdampak.
Mereka memastikan kondisi warga sekaligus menyerahkan bantuan darurat berupa kasur lipat dan perlengkapan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
Kepolisian juga memeriksa kesiapan posko pengungsian serta mengawasi distribusi bantuan agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan potensi kerawanan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












