Namun, masyarakat juga menyampaikan harapan agar pemerintah terus berkomitmen untuk memelihara jalan perbatasan tersebut. Hal ini mengingat potensi jalan yang rawan longsor akibat kondisi geografis wilayah tersebut, yang dapat mengancam dan mengganggu kelancaran jalur transportasi di wilayah perbatasan yang sangat penting ini.

Wendy, warga RT 02 Dusun Saka Fimi, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, mengungkapkan rasa syukurnya atas perbaikan jalan di wilayah Sabuk Merah.
Ia menceritakan bahwa pembangunan jalan tersebut awalnya menghadapi banyak kendala, seperti longsor, kerusakan jembatan, dan jalan yang putus. Perbaikan jalan ini, menurutnya, sangat membantu konektivitas dari kampung menuju Kota Atambua.
Lebih jauh, Wendy menekankan pentingnya jalan Sabuk Merah sebagai beranda terdepan NKRI dan berharap pemerintah terus memperhatikan serta melakukan pemeliharaan jalan tersebut karena perannya yang vital dalam menunjang aktivitas perekonomian, khususnya sektor pertanian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












