Ia menjelaskan, kebijakan ekonomi dapat mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan daerah, termasuk melalui dukungan atau subsidi pemerintah. Namun, standar keselamatan tidak boleh dikurangi hanya karena kondisi geografis NTT yang merupakan wilayah kepulauan dengan keterbatasan infrastruktur transportasi.
“Nyawa siapa yang bisa diganti pemerintah? Karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas. Kita mengatur semuanya dengan baik supaya pengemudi, penumpang kapal, dan pengguna transportasi lainnya tetap selamat,” ujarnya.
Penambahan Muatan di Tengah Jalan Jadi Sorotan
Robert mengungkapkan, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah dugaan penambahan muatan kendaraan di tengah perjalanan, meskipun kendaraan tersebut telah ditimbang sebelum berangkat.
Ia mencontohkan, sebuah truk yang ditimbang di Namosain tercatat membawa muatan 7,5 ton. Namun, ketika kembali ditimbang di kawasan pelabuhan Bolok, berat muatannya meningkat menjadi 9 ton.
Perbedaan tersebut, menurutnya, perlu diverifikasi untuk memastikan apakah terjadi penambahan muatan selama perjalanan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
