“Moto ini mengingatkan kita bahwa Gereja sungguh Gereja Katolik yang satu, kudus, dan apostolik. Tubuh itu satu, tetapi bermacam-macam,” ujarnya.
Menurutnya, Gereja bertumbuh karena semangat sehati dan sejiwa. Namun dalam perjalanannya, ada “malam gelap” yang menuntut kewaspadaan, terutama terhadap potensi perpecahan internal.
Pesan senada disampaikan Uskup Emeritus Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, yang mengajak umat untuk bersatu di bawah kepemimpinan uskup baru.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang turut hadir dalam perayaan tersebut, menyoroti pesan tentang keberpihakan Gereja kepada kaum kecil.
“Harta karun Gereja bukan mereka yang berkelebihan, tetapi mereka yang susah, miskin, dan terpinggirkan,” kata Melki, merujuk pada bacaan dan homili dalam misa tahbisan.
Ia menilai tahbisan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. Dengan lebih dari 50 persen penduduk NTT beragama Katolik, menurutnya, Gereja memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












