“Gereja adalah salah satu pilar penting di NTT. Kontribusinya sangat dibutuhkan untuk membuat NTT lebih baik ke depan,” ujarnya.
Menteri Agama RI melalui Dirjen Bimas Katolik, Suparman, menegaskan pentingnya sinergi antara Gereja dan negara.
Ia menyebut tahbisan Mgr. Hans sebagai momentum lahirnya energi baru, bukan hanya bagi Gereja Larantuka tetapi juga bagi bangsa.
“Indonesia menerima seorang pemimpin moral baru. Kami percaya tahbisan ini akan melahirkan energi baru bagi pelayanan Gereja dan kontribusi nyata bagi bangsa,” katanya.
Suparman juga menilai keputusan Mgr. Hans untuk kembali dan melayani di tanah kelahirannya sebagai wujud spiritualitas seorang gembala. “Pergi untuk belajar, pulang untuk mengabdi,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Mgr. Hans Monteiro menyampaikan bahwa tahbisan episkopal bukanlah kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani.
“Saya berdiri di hadapan Anda sekalian bukan oleh kehendak saya sendiri, melainkan oleh panggilan dan rahmat Allah melalui Gereja-Nya. Tahbisan episkopal adalah pelayanan bagi Gereja,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












