IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ketua KWI: Waspadai Ancaman dari Dalam, Gereja Harus Tetap Satu

Avatar photo
IMG 20260212 095359
Oplus_0

Mengutip ajaran Lumen Gentium 21, ia menjelaskan bahwa uskup mengambil bagian dalam kesinambungan para rasul sebagai tanda kehadiran Kristus di tengah umat.

“Saya tidak datang sebagai pemilik Gereja, melainkan sebagai pelayan persekutuan,” ujarnya.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Tahbisan itu memiliki makna personal bagi Mgr. Hans.

Katedral Reinha Rosari adalah tempat ia dibaptis, menerima komuni pertama, krisma, hingga ditahbiskan menjadi imam.

“Sebagai anak Nagi, anak Kota Reinha, gereja ini menyimpan sejarah rohani perjalanan panggilan saya,” ungkapnya.

Bertindak sebagai Uskup Penahbis adalah Mgr. Fransiskus Kopong Kung, didampingi Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden dan Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martinus Sedu.

Turut hadir perwakilan Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Michael A. Pawolichz, Kardinal Ignatius Suharyo, anggota DPR RI Melchias Mekeng, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, para bupati dan wakil bupati se-Flores, serta jajaran Kementerian Agama.

Di tengah suasana syukur dan perayaan, pesan yang mengemuka tetap sama: Gereja dipanggil untuk tetap satu—satu tubuh, satu roh, satu harapan—seraya waspada terhadap setiap benih perpecahan dari dalam.(*/Red)

Baca Juga :  Kapolresta Kupang Kota Ajak Masyarakat Bangun Sinergi bersama Pemerintah dukung Kamtibmas yang lebih baik.