BPJN NTT menargetkan pekerjaan rampung pada Agustus 2026, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan pembangunan Huntap itu sendiri.
Proyek ini memiliki nilai kontrak lebih dari Rp.42 miliar yang bersumber dari APBN dan dilaksanakan oleh PT Dewi Graha Indah sejak resmi berkontrak pada Desember 2025.
Pembangunan akses jalan menuju Huntap pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki menjadi tulang punggung pemulihan pascabencana—menjamin kelancaran pembangunan hunian, mempercepat integrasi sosial-ekonomi masyarakat terdampak, serta membuka konektivitas antarwilayah.
Dengan akses yang memadai, aktivitas ekonomi lokal diharapkan pulih lebih cepat dan kualitas hidup warga dapat meningkat secara berkelanjutan.(Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












