Menurut Andreas, data ribuan jenazah pekerja migran yang dipulangkan ke kampung halaman harus menjadi bahan evaluasi bersama.
Ia menilai, di balik angka tersebut terdapat persoalan mendasar yang harus segera dibenahi, mulai dari kemiskinan, minimnya lapangan pekerjaan, rendahnya literasi masyarakat terkait migrasi aman, hingga masih maraknya praktik perekrutan ilegal.
“Kita perlu mengetahui akar persoalannya. Jangan hanya menangani dampaknya, tetapi juga mencari solusi terhadap penyebabnya agar kasus-kasus ini terus berkurang,” tegas Andreas.
Andreas menegaskan, keberhasilan negara dalam memberantas TPPO tidak boleh hanya diukur dari banyaknya pelaku yang diproses hukum atau dijatuhi hukuman pidana.
Menurutnya, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika jumlah korban terus menurun dan semakin sedikit masyarakat yang terjerat praktik perdagangan orang.
“Kita harus bangga jika korban semakin berkurang dan semakin sedikit orang yang masuk penjara. Artinya, pencegahan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












