BNPB membutuhkan data yang lengkap dan valid agar proses bantuan dapat segera dilakukan, dengan target keluarga terdampak sudah dapat menempati rumah baru sebelum Natal 2025.
Hal lain yang turut dibahas dalam rapat adalah terkait kesehatan dan penerangan. Dari sisi kesehatan, Wakil Gubernur menekankan pentingnya penyediaan alat pelindung diri (APD), seperti masker dan sarung tangan, bagi tim pencarian agar tetap terlindungi selama proses evakuasi.
Sementara itu, untuk listrik dan penerangan, Desa Sawu yang hingga kini masih gelap akan menjadi prioritas pemulihan, sehingga aktivitas warga dan proses penanganan bencana dapat berjalan lebih lancar.
Wakil Gubernur menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor adalah kunci dalam mempercepat pemulihan. Ia meminta agar data korban dan kerusakan dipublikasikan secara transparan di papan pengumuman di lokasi bencana, sehingga masyarakat mengetahui perkembangan yang ada.
“Dengan koordinasi yang baik dan gotong royong dari semua pihak, kita harapkan bersama penanganan bencana banjir bandang di Nagekeo dapat berjalan cepat, tepat, dan berpihak kepada masyarakat terdampak.” Tegas Wagub Johni Asadoma.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












