BNPB menekankan bahwa pendataan korban dan kerusakan harus segera diselesaikan agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.
Saat ini, tim BNPB yang berjumlah enam orang bekerja di Kantor Bupati untuk memverifikasi data secara detail, termasuk jumlah bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan kelompok rentan lainnya yang memiliki kebutuhan khusus.
Data yang terperinci sangat dibutuhkan karena setiap kelompok memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Pendataan juga tidak hanya mencakup pengungsi yang berada di tenda, tetapi juga warga yang sementara tinggal di rumah kerabat.
Menindaklanjuti hal ini, Wakil Gubernur menginstruksikan Bupati untuk membentuk tim khusus atau satgas pendataan dengan surat tugas resmi dan rincian bidang kerja yang jelas.
Terkait perumahan, tercatat 83 rumah yang hanyut, rusak berat, atau terancam, dengan 47 rumah mengalami kerusakan paling parah. Bagi warga yang rumahnya terdampak maupun berpotensi terdampak, akan dilakukan relokasi ke tempat yang aman.
Relokasi diupayakan tetap berada di wilayah desa yang sama agar urusan administrasi dan sosial lebih mudah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














