Berbekal sampan kecil, mereka menyeberangi lautan berarus deras untuk mencapai sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Desa Daiama, yang terletak di seberang pulau.
Perjalanan yang seharusnya singkat, menjadi petualangan yang penuh risiko. Mereka tahu betul bahaya yang mengintai, arus laut yang kuat, cuaca yang tak menentu, dan bahkan ancaman kapal terbalik.
Namun, demi meraih ilmu dan menggapai cita-cita di masa depan, mereka tak pernah menyerah. Nyawa mereka, menjadi taruhan dalam perjuangan meraih pendidikan.
Bukan hanya pendidikan, berbagai keterbatasan juga membalut kehidupan mereka. Belajar tanpa penerangan listrik, sakit tanpa fasilitas kesehatan yang memadai, dan kesulitan mendapatkan air minum bersih, adalah bagian dari keseharian mereka.
Semua kebutuhan dasar itu sulit terpenuhi karena terhalang jarak dan lautan yang memisahkan mereka dari desa lain.
Di tengah perjuangan yang berat itu, satu harapan yang membara terus mereka genggam: sebuah jembatan penghubung.
Sebuah jembatan yang akan menghubungkan Pulau USU dengan Desa Daiama , mempermudah akses pendidikan, kesehatan, dan segala kebutuhan hidup yang selama ini sulit mereka dapatkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












