IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kerinduan Masyarakat Desa Tenalai dan Daiama menanti Jembatan penghubung untuk Mengakhiri Isolasi

Avatar photo
GridArt 20250927 230220054

Omer Non, selaku Tokoh Adat Desa Daiama mengakui Keterbatasan transportasi yang memadai membuat mereka harus berjuang keras dalam situasi yang sangat rentan.

 

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Dukungan Penuh Masyarakat: Tanah Dihibahkan untuk Masa Depan

Menyadari pentingnya pembangunan jembatan bagi masa depan mereka, masyarakat desa Tenalai dan Daiama menunjukkan dukungan penuh. Sebagai wujud nyata dari dukungan tersebut, para pemilik lahan telah bersedia menghibahkan tanah mereka.

Hal ini menunjukkan betapa besar harapan dan keinginan mereka untuk segera mengakhiri penderitaan yang telah lama mereka rasakan, dan membuka lembaran baru kehidupan yang lebih baik.

“Anak-anak sekolah dari Tenalai, yaitu Dusun Airani dan Inamon, mereka selalu menggunakan sampan untuk pergi ke sekolah,” tutur Heber , mengenang perjuangan generasi sebelumnya.

“Pada masa saya dulu, banyak teman saya yang bahkan berenang untuk bisa sampai ke sekolah di Daiama. Dan sampai sekarang, anak-anak kami masih harus berjuang dengan sampan.” Ungkapnya.

“Bahkan, sampan pun belum selalu tersedia bagi mereka. Terkadang mereka harus bergantung pada sampan milik masyarakat. Ketika mereka mendapatkan sampan, barulah mereka bisa pergi ke sekolah” katanya

Baca Juga :  Penantian panjang Petani Desa Lekunik terjawab dengan hadirnya Sumur Bor bantuan BBWS NT II