Warga yang berada di sekitar lokasi segera bergegas memberikan pertolongan. Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan menyingkirkan puing-puing bangunan.
Salah satu korban luka berat langsung dilarikan ke RSUD Soe untuk mendapatkan penanganan medis.
Diketahui, bangunan tersebut telah berdiri sejak tahun 1991 dan tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sejak 2023 karena kondisinya yang sudah lapuk.
Meski demikian, area tersebut masih kerap dijadikan tempat bermain oleh anak-anak setempat.
Aparat kepolisian dari Polres TTS yang dipimpin langsung Kapolres Hendra Dorizen turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus membantu proses evakuasi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, bangunan diduga roboh akibat struktur yang sudah rapuh dimakan usia dan tidak lagi layak berdiri.
Kapolres menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. “Ini menjadi perhatian bersama, baik pihak sekolah maupun masyarakat, agar lebih waspada terhadap bangunan tua yang berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












