Keberadaan embung ini kata Djoni diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air di lingkungan Undana, terutama saat musim kemarau.
” Kami juga mendorong Undana untuk mengusulkan pembangunan embung konservasi di wilayah kampus” Kata Djoni.
Sebagaimana diketahui, Pembangunan prasarana ini diawali dengan survei lokasi oleh Kementerian PUPR pada 12 Agustus 2024, setelah kegiatan awal yang dilakukan pada 6 Agustus 2024. BBWS NT II kemudian melaksanakan proses pembangunan yang kini telah rampung dan siap dimanfaatkan oleh Undana.
Hibah sumur bor ini mencakup berbagai fasilitas, di antaranya: Rumah panel berukuran 2,5 meter × 2,5 meter, Pagar pengaman berukuran 5 meter × 5 meter, Menara air dengan kapasitas 15 meter kubik
Jaringan pipa inlet (HDPE 3 inci) sepanjang 1.300 meter, Jaringan pipa outlet (GIP 2 inci) (GIP 2 inci) sepanjang 550 meter.
Tiga unit hidran umum berukuran 2,25 meter × 2,25 meter, Pompa submersible tenaga listrik dengan debit 5 liter per detik dan Instalasi listrik 3 phase/2300 VA.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












