Oleh karena itu, penanganan longsoran di ruas jalan ini menggunakan konstruksi Dinding Penahan Tanah (DPT) sebagai solusi yang efektif.
Ia menjelaskan bahwa panjang penanganan DPT adalah 50 meter, dengan ketinggian mencapai 4 meter. Hingga awal September 2025, progres fisik pekerjaan sudah mencapai 58 persen, atau mengalami deviasi plus sebesar 14 persen dari target awal yang telah ditetapkan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Proyek PT. Anugrah Nuansa Kasih (ANK), Agung Parayuda, mengungkapkan bahwa proses penanganan, khususnya pengecoran, telah memasuki tahap kedua. Jika cuaca mendukung, pihaknya akan segera melanjutkan pengecoran pada tahap berikutnya.
Menurut Agung, sesuai dengan desain perencanaan, konstruksi penanganan longsoran ruas jalan Simpang Tiga Wae-Mata, Malwatar menggunakan DPT beton dengan fondasi dinding bertulang.
Setelah DPT sepanjang 50 meter selesai dibangun, pihaknya akan melakukan penimbunan di depan DPT menggunakan timbunan jenis granular (berbutir) dan timbunan pilihan. Selanjutnya, area tersebut akan dilapisi dengan geotekstil dan rabat beton.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












