“Terkait administrasi dana PMTD saat ini sedang dalam proses di Kementerian PU,” jelas Fahrudin.

Secara keseluruhan, progres pekerjaan pada ketiga titik longsoran ini telah mencapai 80 persen.
Hal ini diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi NTT, Herianto J. Hoty, ST yang juga memastikan jika tidak ada hambatan yang berarti, open traffic di area tersebut akan dapat dilakukan pada akhir bulan Juli 2025.
Saat ini progres pekerjaan pada masing-masing titik longsoran, lanjutnya, sudah pada tahap akhir. Pada STA 142+600, penanganan menggunakan konstruksi bronjong yang diperkuat dengan geotekstil, dengan panjang penanganan 60 meter tersebut hanya menyisakan 10 meter lagi dan ditargetkan selesai dalam minggu ini.
Sementara itu, penanganan pada STA 143+700 juga memasuki tahap akhir, dan pada STA 143+800, konstruksi tembok penahan longsoran dipastikan akan selesai dalam minggu ini.
“Saat ini cuaca masih sering hujan, Sambil mengikuti perkembangan cuaca kembali normal, harapan kita proses akhir pekerjaan bisa dilakukan sehingga hasil maksimal dan kualitas terjaga dengan baik” kata Abe Hoty yang dikonfirmasi via telepon WhatsApp, Selasa (24/6/2025)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












