Pembangunan satu unit sumur bor oleh Satker OP SDA NT II bersumber dari dana pemeliharaan berkala bencana Kementerian PU dengan alokasi anggaran Rp1,3 miliar.
Kehadiran proyek ini mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan dampak bencana.
Dengan diserahkannya aset ini, fokus berikutnya berada pada keberlanjutan layanan—bagaimana pemerintah daerah memastikan operasional, pemeliharaan, serta keberlangsungan suplai air tetap terjaga di tengah dinamika kebutuhan pengungsi.
Di kawasan yang sebelumnya dihantui kekhawatiran akan krisis air bersih, tiga sumur bor ini kini menjadi simbol kepastian. (Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












