Jembatan Oesapa yang saat ini berdiri merupakan tipe rangka CH (Callender Hamilton) yang dibangun sekitar tahun 1972. Dengan usia lebih dari 50 tahun, jembatan tersebut dinilai telah melampaui umur teknisnya.
Menurutnya, sebagai pengganti, konstruksi baru akan menggunakan sistem girder baja yang lebih modern, kuat, dan sesuai standar keselamatan terkini.
Sementara jalur sementara yang dibangun menggunakan rangka baja dan berlokasi sekitar lima meter dari jembatan eksisting, sesuai hasil sosialisasi kepada masyarakat.
“Karena bersifat sementara, jalur tersebut akan diberlakukan pembatasan kendaraan. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan bersama Dinas Perhubungan, kepolisian, serta instansi terkait guna menjamin keamanan selama masa konstruksi” ucapnya.
Total anggaran paket jembatan Oesapa diperkirakan sekitar Rp60 miliar, termasuk pembangunan jalur sementara.
Selain jembatan Oesapa, juga akan dibangun Jembatan gantung di Pulau USU, kabupaten Rote Ndao ,Jembatan Meluning di ruas Simpang Namol Manamas Wini, Jembatan Waijelo di Pulau Adonara, dan Jembatan Pungapeng di Pulau Alor.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












