Menariknya, operasional posko juga melibatkan personel lintas latar belakang sebagai wujud solidaritas dan kebersamaan.
“Sebagian personel yang bertugas di posko merupakan rekan-rekan non-muslim, sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran Hari Raya Idul Fitri,” tambah Sony.
Untuk mendukung koordinasi di lapangan, BBWS NT II juga telah berkoordinasi dengan aparat setempat seperti Babinsa, intelijen, serta ketua RT, sehingga respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi.
Kegiatan telekonferensi ini turut diikuti oleh Kepala Bagian Tata Usaha BBWS NT II, Kris Lake, Kasatker ATAP Joniar Doga, PPK ATAB 1 Wilayah Timor Daud Djami, serta jajaran Balai, koordinator dan personel Posko Lebaran.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah NTT dapat berlangsung aman, lancar, dan minim gangguan.(Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












