“Selama ini penanganan arus mudik lebih banyak difokuskan pada sektor jalan oleh Bina Marga. Namun tahun ini, SDA turut dilibatkan karena jika terjadi banjir atau genangan air di jalan, baik tol maupun non-tol, tentu akan menghambat perjalanan pemudik,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh balai SDA di Indonesia telah diminta untuk menyiagakan peralatan dan personel guna merespons cepat jika terjadi kondisi darurat di lapangan.
“Semua Balai sudah standby. Jika terjadi bencana, kita siap melakukan penanganan agar arus mudik tetap berjalan lancar,” tambahnya.
Untuk wilayah NTT, operasional posko didukung oleh tiga titik utama, yakni di Kupang (posko induk), Maumere, dan Sumba. Selain itu, workshop peralatan di Kupang juga disiapkan untuk mendukung mobilisasi alat berat ke lokasi yang membutuhkan penanganan cepat.
“Kami sudah menyusun jadwal personel yang akan siaga penuh, terutama mendekati H-14 hingga puncak arus mudik,” jelas Parlinggoman.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemudik, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
