Total anggaran yang dialokasikan untuk proyek-proyek ini mencapai Rp.25 miliar, yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada tahun anggaran 2025.
Menurutnya, pekerjaan pembangunan gedung SBSN ini terdiri dari enam paket pekerjaan pembangunan madrasah yang tersebar di beberapa kabupaten, yaitu Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sumba Timur.
Selain itu, ada pula tiga paket kegiatan pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umroh (PLHUT) yang berlokasi di kabupaten Ende, Lembata, dan Rote Ndao.
“Sementara untuk pekerjaan pembangunan gedung KUA, terdapat tiga paket yang akan dikerjakan secara bertahap. Tahun ini, kami akan menyelesaikan sekitar 70 persen dari pekerjaan tersebut, sementara sisanya akan dilanjutkan pada tahun 2026,” tambah Mus.
Dengan sisa waktu efektif yang tersedia antara 140 hingga 150 hari kerja, Mus berharap semua rekanan atau kontraktor yang terlibat dalam proyek ini dapat memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya.
Ia juga menekankan bahwa sebagian besar kontraktor yang terlibat adalah rekanan lokal dari NTT. Oleh karena itu, ia berharap agar mereka dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi dan mutu yang telah ditetapkan.( Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












