“Kalau tanggap darurat itu sebatas supaya nanti segera bisa berfungsi kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Nahason, prinsip utama dalam kondisi tersebut adalah fungsi pelayanan harus kembali berjalan.
Untuk sektor sumber daya air, salah satu contohnya adalah memastikan air tetap dapat mengalir sehingga bisa digunakan masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun mendukung kegiatan pertanian.
Air Bersih Menjadi Prioritas
Ketersediaan air menjadi salah satu perhatian Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air baku.
Salah satunya Perhatian khusus diberikan kepada Pulau Palue, Kabupaten Sikka, yang secara geografis membutuhkan waktu perjalanan sekitar lima hingga enam jam menggunakan perahu dari daratan untuk mencapai lokasi.
Di Pulau Palue, tim melakukan identifikasi terhadap sumber air baku yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.
Nahason menjelaskan, BBWS NT II sebelumnya pernah melakukan survei geolistrik di wilayah tersebut pada 2011. Salah satu sumber air yang kini dimanfaatkan masyarakat merupakan sumur yang dibangun oleh Polri berdasarkan hasil survei tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
