BBWS NT II Pastikan Infrastruktur Vital Kembali Berfungsi dan Dimanfaatkan Masyarakat Selama Tanggap Darurat

Kepala Satuan Kerja Operasional dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air Nusa Tenggara II, Nahason Hariandja, S.T., M.T., mengatakan Satker OP SDA memiliki tugas utama dalam penanganan tanggap darurat, khususnya memastikan infrastruktur yang terganggu akibat gempa dapat kembali berfungsi dalam waktu cepat.
Kepala Satuan Kerja Operasional dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air Nusa Tenggara II, Nahason Hariandja, S.T., M.T.,

“Kalau tanggap darurat itu sebatas supaya nanti segera bisa berfungsi kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurut Nahason, prinsip utama dalam kondisi tersebut adalah fungsi pelayanan harus kembali berjalan.

Untuk sektor sumber daya air, salah satu contohnya adalah memastikan air tetap dapat mengalir sehingga bisa digunakan masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun mendukung kegiatan pertanian.

Air Bersih Menjadi Prioritas

Ketersediaan air menjadi salah satu perhatian Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air baku.

Salah satunya Perhatian khusus diberikan kepada Pulau Palue, Kabupaten Sikka, yang secara geografis membutuhkan waktu perjalanan sekitar lima hingga enam jam menggunakan perahu dari daratan untuk mencapai lokasi.

Di Pulau Palue, tim melakukan identifikasi terhadap sumber air baku yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

Nahason menjelaskan, BBWS NT II sebelumnya pernah melakukan survei geolistrik di wilayah tersebut pada 2011. Salah satu sumber air yang kini dimanfaatkan masyarakat merupakan sumur yang dibangun oleh Polri berdasarkan hasil survei tersebut.

Exit mobile version