Kementerian PU dan PKP memiliki tanggung jawab besar dalam proyek ini, yaitu membangun 2.100 unit rumah, serta menyediakan infrastruktur dasar permukiman dan sarana penunjang yang meliputi: land development (penataan lahan), pembangunan jalan lingkungan, drainase, fasilitas umum (balai warga), dan fasilitas sosial (kapel Katolik, kapel Protestan, musholla, landscape, dan penerangan jalan umum).
Proyek pembangunan ini tidak hanya sekadar menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga berupaya memastikan tersedianya infrastruktur pendukung yang memadai untuk meningkatkan kualitas hidup para penghuninya.
Keberhasilan proyek ini juga mencerminkan komitmen kuat dari para Penyedia Jasa, termasuk PT. Brantas Abipraya (Persero), dalam memenuhi janji mereka untuk membangun 727 unit rumah bagi para pejuang eks Timor Timur.
“Pekerjaan sudah 100% selesai dan saat ini masuk dalam masa pemeliharaan. PT Brantas Abipraya (Persero) memberikan pengabdian penuh terhadap program penyediaan rumah bagi warga eks Timor Timur melalui pelaksanaan perbaikan rumah-rumah yang mengalami kerusakan,” ungkap Manajemen PT. Brantas Abipraya (Persero) dalam rilis yang diterima media ini pada Rabu, 2 Juli 2025.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












