“Kami berharap masyarakat dapat segera menghubungi nomor-nomor darurat di posko-posko yang telah kami siapkan apabila terjadi longsor atau bencana lainnya,” tambahnya.
Enam posko siaga bencana BPJN NTT tersebar di beberapa wilayah, yakni dua posko di Pulau Timor (PPK 1.1 dan PPK 2.2), serta empat posko lainnya di Pulau Flores (PPK 3.3, PPK 4.2, PPK 4.5, dan PPK 4.1 Nagekeo). Selain itu, posko tambahan juga ditempatkan di Pulau Sumba (PPK 1.3), Kabupaten Lembata, Alor, dan Rote, guna memperluas jangkauan wilayah siaga.

Menurut Janto, pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan longsor di sepanjang jalur nasional NTT. Untuk itu, koordinasi terus diperkuat bersama pemerintah daerah, Dinas PUPR, BPBD, dan BMKG, agar penanganan darurat bisa dilakukan secepat mungkin saat bencana terjadi.
“Kami sudah menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat sehingga ketika bencana datang, respon dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












