Efisiensi Anggaran Tak Hambat Rehabilitasi Irigasi D.I Mena, Saluran Rusak Berat Jadi Prioritas

file 000000002a2871f5b9186f9b4e1fd029

Ia menjelaskan, pekerjaan rehabilitasi difokuskan pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan berat agar fungsi jaringan tetap berjalan dan kebutuhan air bagi petani tetap terlayani.

Konstruksi yang digunakan berupa saluran beton. Namun akibat keterbatasan anggaran, pekerjaan betonisasi akan diarahkan terlebih dahulu pada bagian yang paling rawan mengalami kebocoran dan perembesan.

“Yang paling penting masyarakat tetap bisa menanam. Bagian lantai saluran yang rawan bocor akan kita perbaiki dengan beton agar kehilangan air bisa diminimalkan,” ujarnya.

Meski terdampak efisiensi anggaran, pihaknya tetap berupaya agar pekerjaan dapat dituntaskan sesuai target dengan melakukan identifikasi ulang kondisi saluran dan menerapkan skala prioritas.

Sebagaimana diketahui, Pekerjaan: Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Mena Kabupaten TTU terkontrak sejak tanggal 6 Maret 2026.

Sumber Dana berasal APBN Tahun Anggaran 2026 dengan Masa Pelaksanaan: 180 hari kalender. Adapun Nilai Kontrak: sekitar Rp19,9 miliar dengan Kontraktor Pelaksana dari PT Widya Rahmat Karya.)tom)

Exit mobile version