Daud berharap DIPA dapat terbit lebih cepat sehingga pekerjaan bisa segera dimulai. Apabila pencairan anggaran berlangsung bersamaan dengan program Instruksi Presiden (Inpres), pelaksanaan kedua program akan disinergikan.
“Kami berharap DIPA segera terbit. Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik. Namun apabila bersamaan dengan program Inpres, maka pelaksanaannya akan berjalan secara berkolaborasi,” jelasnya.
Meski demikian, BBWS Nusa Tenggara II tetap menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Desember 2026 sesuai jadwal tahun anggaran.
BBWS NT II Telah Membangun Lebih dari 700 Sumur JIAT
Daud menambahkan, pembangunan empat titik sumur bor tahun ini merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur air tanah yang telah dilakukan BBWS Nusa Tenggara II selama beberapa tahun terakhir.
Secara keseluruhan, tiga PPK Air Tanah dan Air Baku (ATAB) di wilayah kerja BBWS Nusa Tenggara II telah membangun lebih dari 700 unit sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
