Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan rehab-rekon nantinya belum otomatis diberikan kepada BUMN karya tertentu. Mekanisme pelaksanaan masih mengikuti proses pengadaan yang berlaku.
“Belum tentu. Itu lelang terbuka. Jadi tidak ada alasan untuk memperlambat,” jelas Fabian.
Dengan demikian, BBWS NT II saat ini masih berada pada tahap identifikasi kerusakan, penyusunan kebutuhan, pengusulan anggaran, dan persiapan pelaksanaan rehab-rekon.
Sementara itu, penanganan yang bersifat mendesak tetap menjadi prioritas selama masa tanggap darurat, terutama untuk memastikan ketersediaan air baku bagi masyarakat serta keberlangsungan jaringan irigasi untuk mendukung pertanian (Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














