Setelah pekerjaan rampung, petugas bersama masyarakat melakukan pengujian dengan membuka aliran air untuk memastikan saluran kembali berfungsi.
Hasil pengujian menunjukkan air sudah dapat mengalir menuju area persawahan yang sebelumnya mengalami gangguan pasokan air.
Kembalinya fungsi saluran tersebut menjadi kabar baik bagi petani karena distribusi air dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Saat peninjauan berlangsung, sejumlah petani bahkan terlihat menggunakan pompa air berukuran kecil untuk menyiram lahan mereka.
Meski saluran utama telah kembali berfungsi, Siswandi mengingatkan bahwa pembangunan saluran tersier masih perlu mendapat perhatian. Infrastruktur tersebut dibutuhkan agar air dapat didistribusikan secara lebih merata hingga ke petak-petak sawah milik petani.

Menurutnya, petani maupun kelompok tani dapat mengusulkan pembangunan saluran tersier melalui instansi yang menangani sektor pertanian atau melalui program lain yang memungkinkan.
Perencanaan saluran tersier dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas distribusi air sekaligus mendukung keberlanjutan infrastruktur irigasi dalam jangka panjang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














