“Kita tidak mencari kesalahan, tetapi kita mencarikan solusi bagaimana memberikan layanan terhadap angkutan babi di Provinsi NTT,” kata Simon.
Ia menjelaskan, persoalan pengangkutan babi sebenarnya telah dibahas lintas sektor sejak 2025. Namun, pembahasannya belum menghasilkan solusi yang dianggap mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Karena itu, KSOP kembali mempertemukan seluruh pihak terkait setelah muncul persoalan pengangkutan babi pada awal pekan.
Dorong Kapal Khusus Ternak
Salah satu solusi yang dinilai paling memungkinkan adalah memanfaatkan kapal khusus ternak yang saat ini berpangkalan di Pelabuhan Tenau Kupang.
Simon menyebut terdapat sekitar lima unit kapal khusus ternak yang selama ini melayani pengangkutan ternak dari NTT menuju wilayah Kalimantan maupun Pulau Jawa.
Kapal tersebut dinilai dapat diberdayakan untuk mengangkut ternak babi dari Kupang menuju Sumba, khususnya melalui Pelabuhan Waingapu.
Untuk merealisasikan opsi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Peternakan akan mengkaji kebutuhan dan mekanismenya untuk kemudian diusulkan kepada pemerintah pusat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














