Gubernur Melki juga menyinggung tantangan perubahan iklim yang berdampak pada ketahanan pangan keluarga. Karena itu, pembangunan berkelanjutan melalui penanaman pohon, perlindungan sumber air, dan pertanian lahan kering menjadi prioritas.
Menurutnya, makna Natal Nasional bagi NTT terletak pada pembangunan yang manusiawi—pembangunan yang benar-benar hadir, menyentuh keluarga, dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat di wilayah pinggiran.
Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni, jajaran Forkopimda, kepala daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, serta insan pers.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












