“Ini adalah bentuk diplomasi paling otentik — diplomasi yang lahir dari jiwa yang saling memahami, bukan dari dokumen atau kepentingan,” tambahnya.
Melki juga mengingatkan bahwa di tengah dunia yang terbelah oleh politik, budaya menjadi bahasa yang menyatukan. Sementara di tengah derasnya arus globalisasi, kearifan lokal berperan sebagai jangkar kemanusiaan.
Kepada seluruh delegasi IPACS 2025, Gubernur Melki menyampaikan selamat datang di Kota Kupang dan berharap forum ini melahirkan gagasan strategis, kolaborasi nyata, serta semangat baru untuk masa depan kawasan Pasifik.
Acara Welcome Dinner turut dihadiri Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Wamen Dalam Negeri Ribka Haluk, Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni, Wali Kota Kupang Christian Widodo, serta jajaran Forkopimda, perangkat daerah, dan insan pers.
Suasana malam itu semakin meriah dengan tarian dan musik tradisional NTT, serta persembahan lagu daerah.
Sebagai bentuk penghargaan, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT juga menyerahkan cenderamata berupa kain tenun khas NTT kepada para delegasi negara peserta.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












