Ketua Kelompok Tani Imanuel, Q. Mesakh Kollo, mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami sangat terbantu dengan adanya teknologi ini. Tidak hanya mengurangi kerja manual, tetapi hasil panen kami juga lebih terjamin. Kami berharap teknologi ini dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak petani di wilayah lain,” ujarnya.
Selain memberikan manfaat ekonomi langsung, program ini juga membuka peluang untuk keberlanjutan di sektor pertanian. Dengan dukungan teknologi IoT, ancaman hama dan gangguan lainnya dapat dideteksi lebih dini melalui sensor keamanan yang terintegrasi. Hal ini memungkinkan petani untuk mengambil tindakan pencegahan secara cepat.
Undana juga berencana memperluas cakupan program ini melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga penelitian lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan program sekaligus memperluas adopsi teknologi ke wilayah pedesaan lain yang menghadapi tantangan serupa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
