Salah satu contohnya adalah kebiasaan masyarakat lintas agama saling menjaga rumah ibadah ketika umat agama lain melaksanakan hari besar keagamaan.
Pemuda Islam dapat menjaga gereja ketika umat Kristiani merayakan Natal dan Paskah. Sebaliknya, pemuda Kristen dapat menjaga masjid ketika umat Islam merayakan Idul Fitri.
Menurutnya, kerja sama lintas agama juga terlihat dalam pembangunan rumah ibadah. Pembangunan masjid dapat melibatkan partisipasi umat Kristen, begitu pula pembangunan gereja dapat melibatkan umat Muslim.
Selain itu, pengembangan kampung moderasi beragama oleh desa-desa menjadi bagian dari upaya menjaga semangat persaudaraan di tengah masyarakat.
Kepercayaan tradisional tetap dihormati
Kebhinnekaan masyarakat NTT juga terlihat dalam penghormatan terhadap kepercayaan tradisional.
Yohanes menjelaskan bahwa masyarakat di pedesaan masih memiliki berbagai kepercayaan tradisional yang tetap berlaku hingga sekarang.
Di antara penganut kepercayaan yang berbeda, terdapat sikap saling menghormati dan mendukung dalam pelaksanaan berbagai upacara adat tradisional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
