Di FGD MPR RI-UCB Kupang, Dr. Yohanes Tuba Helan Soroti Kearifan Lokal sebagai Perekat Kebhinnekaan NTT

Dr.Yohanes Tuba Helan dalam FGD yang diselenggarakan MPR RI Kerjasama dengan UCB Kupang

Nilai kebhinnekaan harus diwariskan

Pada bagian akhir tulisannya, Yohanes menegaskan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika telah diimplementasikan dalam tata kehidupan masyarakat NTT sejak dahulu hingga saat ini dan diharapkan terus berlangsung pada masa mendatang.

Keragaman harus diterima sebagai kekayaan bersama, bukan sebagai sumber perpecahan.

Kebiasaan hidup bersama dalam keberagaman tercermin dalam berbagai aktivitas keagamaan, kemasyarakatan, seni budaya dan ritual adat istiadat.

Karena itu, nilai-nilai kehidupan bersama yang telah dipraktikkan masyarakat NTT sejak dahulu perlu terus ditanamkan kepada generasi penerus.

Tujuannya agar semangat persaudaraan, toleransi dan persatuan tersebut tidak luntur di tengah perubahan zaman yang dapat membuka ruang bagi munculnya perpecahan.

Bagi Yohanes G. Tuba Helan, kebhinnekaan bukan sekadar kondisi sosial masyarakat NTT, tetapi telah menjadi bagian dari tata kehidupan yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(Tom)

Exit mobile version