Pada kesempatan tersebut, Andria M. Fitra, Kepala Satker Perencana dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) NTT, memaparkan detail perencanaan pembangunan Jembatan Oesapa.
Menurutnya, Jembatan baru akan dibangun di lokasi yang sama dengan jembatan lama, sehingga jembatan lama akan dibongkar. Jembatan baru direncanakan memiliki panjang 100 meter dan lebar 10 meter, dengan konstruksi beton tanpa rangka baja.
Sebagai persiapan, akan dibangun jalan alternatif di lokasi jembatan lama dengan panjang 140 meter dan lebar 7 meter, termasuk konstruksi gorong-gorong. Jalan alternatif ini akan difungsikan selama kurang lebih 10 bulan sebelum dibongkar setelah jembatan baru selesai dibangun.
“Jika pembangunan jalan alternatif tersebut melewati lahan atau tempat usaha warga, akan dicarikan solusi bersama. Ia meminta dukungan penuh dari masyarakat dan semua pihak terkait untuk kelancaran proyek ini” ungkap Andrea.
Senada dengan Andrea, Kasatker PJN Wilayah I, Ashary, juga mengajak semua pihak untuk membangun sinergi dan kolaborasi yang baik. Ia berharap sosialisasi ini dapat menjadi wadah untuk membahas dan mencari solusi bersama atas berbagai hal yang mungkin muncul selama proses pembangunan jembatan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












