Bernadus Long dan Orias Lete, perwakilan masyarakat sekitar, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Jembatan Oesapa yang baru, mengingat jembatan lama telah berusia hampir 50 tahun dan kondisinya dinilai sudah tidak memadai untuk menunjang kebutuhan sosial ekonomi saat ini dan masa mendatang.
Mereka menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik antara pihak pelaksana proyek dengan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
Terkait rencana pembangunan jalan alternatif yang berpotensi melewati lahan atau tempat usaha warga, mereka berharap agar dapat ditemukan solusi yang adil dan mengakomodasi kepentingan semua pihak. Selain itu, warga juga mengusulkan pemasangan bronjong sebagai proteksi di sekitar jembatan untuk mencegah terjadinya erosi dan kerusakan lingkungan.
Sebagai upaya untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan potensi kerusakan jalan, mereka juga menyarankan agar mobil-mobil truk dengan tonase besar dialihkan melalui jalur alternatif lain.
Setelah sesi diskusi dan penyampaian aspirasi dari masyarakat, sosialisasi dilanjutkan dengan survei lapangan ke lokasi rencana pembangunan jalan alternatif dan basecamp. Survei ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian rencana pembangunan dengan kondisi lapangan dan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala yang mungkin terjadi selama proses pembangunan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












