Camat Astawa menekankan tiga hal penting yang perlu didiskusikan: pertama, pembuatan jalan alternatif; kedua, rencana pembangunan basecamp; dan ketiga, pengalihan arus lalu lintas selama masa pembangunan. Ketiga hal ini, menurutnya, sangat penting karena akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan BPJN NTT, Ketsia A.S Lanoe, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota Kupang dan seluruh pihak terkait, khususnya masyarakat di sekitar lokasi pembangunan Jembatan Oesapa.
Sona menjelaskan bahwa pembangunan jembatan direncanakan akan dimulai pada bulan Maret 2025. Sosialisasi ini, menurutnya, merupakan wadah komunikasi yang efektif untuk menerima masukan, ide, saran, dan solusi dari masyarakat guna memastikan kelancaran proyek pembangunan.
” Saya berharap sosialisasi ini dapat menjadi jembatan komunikasi yang baik antara BPJN NTT, Pemerintah Kota Kupang dan masyarakat, sehingga pembangunan Jembatan Oesapa dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












