Ia menjelaskan bahwa dari 25 paket sumur bor baru, beberapa lokasi telah ditentukan berdasarkan permintaan dari pemerintah daerah, termasuk dua paket di Rote Ndao, dua paket di Timor Tengah Utara (TTU), dan beberapa paket di Flores. Lokasi lainnya akan ditentukan berdasarkan permintaan dari pemerintah kabupaten/kota di NTT.
BBWS NT II akan melakukan kajian teknis untuk setiap lokasi, sementara pemerintah daerah akan menangani aspek sosial dari pekerjaan ini.
Selain pembangunan sumur bor, BBWS NT II juga berupaya mendapatkan bantuan dana dari luar negeri melalui Asian Development Bank (ADB) untuk proyek Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).
Usulan proyek JIAT telah diajukan untuk wilayah Flores, Alor, dan Rote Ndao. Dalam revisi anggaran ketiga, proyek JIAT mendapatkan tambahan alokasi sebesar lebih dari Rp 80 miliar. Proyek JIAT ini akan dikerjakan dengan sistem swakelola.
Upaya BBWS NT II dalam menyediakan akses air bersih melalui pembangunan dan rehabilitasi sumur bor, serta pengembangan jaringan irigasi air tanah, menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung program pemerintah untuk mengatasi masalah stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














