Untuk efisiensi dan transparansi, lanjut Parlinggoman, pengadaan barang dan jasa untuk proyek-proyek ini akan dilakukan melalui sistem e-katalog atau e-purchasing, bukan lelang terbuka.
“Ditargetkan, seluruh proyek irigasi tersebut dapat dimulai pada bulan Mei 2025” beber Kepala BBWS NT II, yang didampingi Kepala Bidang Pembangunan BBWS NT II, Frengki Welkis dan Kepala Bagian Tata Usaha, Kris Lake.
BBWS NT II Dukung penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim NTT dengan Pembangunan Sumur Bor dan Jaringan Irigasi Air Tanah
Selain mendukung program swasembada pangan nasional, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) juga berperan aktif dalam upaya pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengatasi masalah stunting dan kemiskinan ekstrem.
Parlinggoman menjelaskan bahwa akses terbatas terhadap air minum dan air bersih merupakan salah satu faktor penyebab stunting. Oleh karena itu, BBWS NT II mengusulkan pembangunan 25 sumur bor baru dan rehabilitasi 100 sumur bor yang sudah ada. Proyek ini difokuskan untuk meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














