jelas Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC).
Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Maumere langsung bergerak dan tiba di lokasi pada pukul 20.00 WITA.
Rencana operasi SAR dijadwalkan dimulai keesokan harinya. Namun situasi berubah secara mendadak.
Sekitar pukul 23.55 WITA, tim menerima informasi baru dari keluarga korban: Aloysius diduga berada di kebun wilayah Desa Leraboleng, Flores Timur. Tanpa menunggu lama, Tim SAR Gabungan segera bergerak menuju lokasi.
“Begitu menerima informasi tersebut, tim langsung bergegas ke Desa Leraboleng,” lanjut Fathur.
Pada pukul 00.20 WITA, tim tiba di desa dan berkoordinasi dengan warga setempat. Medan menuju lokasi korban ternyata cukup sulit—jalan sempit, gelap, dan berisiko bila ditempuh malam hari. Demi keselamatan, evakuasi diputuskan dilakukan saat pagi.
Fajar membawa harapan. Tepat pukul 06.30 WITA, Tim SAR Gabungan menyusuri jalur sejauh 3,36 kilometer menuju kebun tempat korban berada.
Di sanalah Aloysius ditemukan—selamat, namun dalam kondisi sangat lemas setelah bertahan di hutan selama tiga hari.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
