Omer Non, selaku Tokoh Adat Desa Daiama mengakui Keterbatasan transportasi yang memadai membuat mereka harus berjuang keras dalam situasi yang sangat rentan.
Dukungan Penuh Masyarakat: Tanah Dihibahkan untuk Masa Depan
Menyadari pentingnya pembangunan jembatan bagi masa depan mereka, masyarakat desa Tenalai dan Daiama menunjukkan dukungan penuh. Sebagai wujud nyata dari dukungan tersebut, para pemilik lahan telah bersedia menghibahkan tanah mereka.
Hal ini menunjukkan betapa besar harapan dan keinginan mereka untuk segera mengakhiri penderitaan yang telah lama mereka rasakan, dan membuka lembaran baru kehidupan yang lebih baik.
“Anak-anak sekolah dari Tenalai, yaitu Dusun Airani dan Inamon, mereka selalu menggunakan sampan untuk pergi ke sekolah,” tutur Heber , mengenang perjuangan generasi sebelumnya.
“Pada masa saya dulu, banyak teman saya yang bahkan berenang untuk bisa sampai ke sekolah di Daiama. Dan sampai sekarang, anak-anak kami masih harus berjuang dengan sampan.” Ungkapnya.
“Bahkan, sampan pun belum selalu tersedia bagi mereka. Terkadang mereka harus bergantung pada sampan milik masyarakat. Ketika mereka mendapatkan sampan, barulah mereka bisa pergi ke sekolah” katanya
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
