“Di perkuliahan kita belajar kondisi ideal. Tapi di lapangan, banyak faktor yang bisa menjadi hambatan. Karena itu, saya harus mengumpulkan pengalaman sebanyak mungkin sebagai bekal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa impiannya bukan sekadar membangun usaha, melainkan menciptakan industri yang kuat dan berkelanjutan.
“Saya ingin membangun perusahaan yang tidak hanya bertahan satu atau dua tahun, tetapi bisa terus berkembang dan bertahan lintas generasi,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan galangan kapal sangat vital. Kapal, sebagaimana kendaraan lainnya, membutuhkan perawatan rutin—baik tahunan, tiga tahunan, hingga lima tahunan.
“Maintenance itu wajib. Karena itu, kita butuh fasilitas yang benar-benar memadai untuk mendukung perawatan kapal,” tambahnya.
Di balik capaian dan mimpi besar tersebut, terdapat peran keluarga yang begitu kuat. Sejak kecil, Paskal telah dibekali nilai-nilai iman, kejujuran, dan kepedulian.
Nilai itulah yang membentuk cara pandangnya—bahwa pendidikan bukan hanya untuk meraih kesuksesan pribadi, tetapi untuk memberi dampak bagi banyak orang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
